Mengenaskan || Begini Nasib Otak Manusia Paling Jenius di Abad 20 !!
Albert Einstein. Siapa sih yang nggak kenal ? Ilmuwan terkemuka dan juga manusia paling jenius di abad 20 yang terkenal karena kecerdasan dan teori relativitasnya.
Namun ternyata kecerdasannya itu membuat otaknya berakhir mengenaskan dan juga memilukan. Setelah Einstein meninggal dunia pada 18 April 1955 di Princeton, New Jersey, otaknya diangkat tanpa izin keluarganya dalam proses autopsi oleh Dr. Thomas Stoltz Harvey, seorang patolog di Rumah Sakit Princeton.
Begini kisahnya:
1. Diangkat dan Disimpan (1955)
Dr. Harvey mengangkat otak Einstein untuk "keperluan ilmiah", dengan keyakinan bahwa dunia akan mendapat manfaat dari mempelajari otak seorang jenius.
Otaknya dibelah menjadi 240 bagian kecil dan diawetkan dalam formalin.
Beberapa bagian dipotong menjadi slide mikroskopis dan disimpan di dalam stoples kaca.
2. Keluarga Tak Menyetujui Awalnya
Harvey tidak meminta izin resmi dari keluarga Einstein saat mengangkat otaknya.
Namun, setelah kontroversi muncul, dia akhirnya memperoleh semacam persetujuan dari anak Einstein, Hans Albert, dengan syarat bahwa otak hanya boleh digunakan untuk penelitian ilmiah yang sah.
3. Perjalanan Aneh: Dipindah-pindah dan Disimpan Bertahun-tahun
Harvey membawa otak itu bersamanya ke Kansas setelah dipecat dari rumah sakit.
Ia menyimpannya di dalam toples di rumah, bahkan di dalam kotak bir.
Selama beberapa dekade, ia membagikan bagian-bagian kecil dari otak itu kepada para peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia.
4. Penelitian dan Hasil yang Diperdebatkan
Beberapa studi dilakukan, misalnya mengenai ketebalan korteks, jumlah sel glial, atau struktur tertentu yang katanya "berbeda" pada Einstein.
Namun, hasilnya sering kali diperdebatkan secara metodologis dan dianggap tidak konklusif — karena tidak ada kontrol yang memadai (misalnya membandingkan dengan cukup banyak otak dari orang "normal" yang setara usia).
5. Kembali ke Publik
Pada 1990-an dan 2000-an, sebagian potongan otak Einstein dipamerkan di museum, termasuk di:
Mütter Museum di Philadelphia
National Museum of Health and Medicine, Washington D.C.
Sisa potongan lainnya masih tersimpan di universitas dan institusi medis tertentu.

Komentar
Posting Komentar